anak coass

September 7, 2009

ppok

Filed under: diary ku..

www.geocities.com/koskap3sakti/referat/PPOK.doc

BAB I
PENDAHULUAN

    Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronik yang progresif, artinya penyakit ini berlangsung seumur hidup dan semakin memburuk secara lambat dari tahun ke tahun. Dalam  perjalanan penyakit ini terdapat fase-fase eksaserbasi  akut.
    Berbagai faktor  berperan  pada perjalanan penyakit ini, antara lain faktor resiko yaitu factor yang menimbulkan atau memperburuk penyakit seperti kebiasaan merokok, polusi udara, polusi lingkungan, infeksi, genetic dan perubahan cuaca. Derajat obtruksi saluran nafas yang terjadi, dan identifikasi komponen yang memugkinkan adanya reversibilitas. Tahap perjalanan penyakit dan penyakit lain diluar paru seperti sinusitis dan faringitis kronik. Yang pada akhirnya faktor-faktor tersebut membuat perburukan makin lebih cepat terjadi. Untuk melakukan penatalaksanaan PPOK perlu diperhatikan factor-faktor tersebut, sehingga pengobatan PPOK menjadi lebih baik.

BAB II
PENYAKIT PARU OBTRUKSI KRONIK

DEFINISI
    Penyakit obtruksi jalan nafas karana bronchitis kronis atau emfisema. obstruksi tersebut umumnya bersifat progresif, bias disertai hiper aktitas bronkus dan sebagian bersifat reversible.
    Bronchitis kronis adalah suatu definisi klinis yaitu ditandai dengan batuk-batuk hamper setiap hari disertai pengeluarn dahak, sekurang-kurangnya 3 bulan berturut-turut dalam satu tahun dan paling sedikit selama 2 tahun.
    Emfisema adalah suatu perubahan anatomi paru-paru yang ditandai dengan melebarnya secara abnormal saluran udara sebelah distal bronkus terminal disertai kerusakan diding alveolus.

ANATOMI PARU
    Paru-paru terletak sedemikian rupa sehingga setiap paru terletak disamping mediastinum. Oleh karena itu ,masing-masing paru-paru satu sama lain dipisahkan
oleh jantung dan pembuluh pembuluh besar serta struktur lain dalam mediastinum Masing-masing paru berbentuk konus dan diliputi oleh pleura viceralis. Paru-paru terbenam bebas dalam rongga pleuranya sendiri,hanya dilekatkan ke mediastinum oleh radix pulmonis.
    Masing-masing paru mempunyai apex yang tumpul, yang menjorok ke atas,masuk ke leher sekitar 2,5 cm di atas clavicula, facies costalis yang konveks,yang berhubungan dengan dinding dada, dan facies mediastinalis yang konkaf,yang membentuk cetakan pada pericardium dan struktur-struktur mediastinum lain Sekitar pertengahan permukaan kiri,terdapat hillus pulmonalis, suatu lekukan dimana bronkus,pembuluh darah dan saraf masuk ke paru-paru untuk membentuk radix pulmonalis
    Paru-paru kanan sedikit lebih besar dibanding paru-paru kiri dan dibagi oleh fissura oblique dan fissura horisontalis menjadi 3 lobus, Lobus superior, medius dan inferior. Paru-paru kiri dibagi fisura obliqua menjadi 2 lobus, lobus superior dan lobus inferior.  

ETIOLOGI
    Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya PPOK adalah:
kebiasaan merokok
polusi udara
paparan debu dan asap
riwayat infeksi saluran nafas.

PATOFISIOLOGI
    Pada bronchitis kronik maupuun emfisema terjadi penyempitan saluran nafas.Penyempitan ini dapat mengakibatkan obstruksi jalan nafas dan menimbulkan sesak.
    Pada bronchitis kronik,saluran pernafasan kecil yang berdiameter kurang dari 2 mm menjadi lebih sempit, berkelok-kelok dan berobliterasi. Penyempitan ini terjadi juga oleh metaplasia sel goblet, saluran nafas besar juga menyempit karena hipertrofi  dan hiperplasia kelenjar mukus.
    Pada emfisema paru penyempitan saluran nafas disebabkan oleh berkurangnya elastisitas paru-paru.
    Pada orang normal sewaktu terjadi ekspirasi maksimal,tekanan yang menarik jaringan paru akan berkurang ,sehingga saluran-saluran pernafasan bagian bawah paru akan tertutup.
    Pada penderita bronchitis kronik dan emfisema, saluran-saluran pernafasan tersebut akan lebih cepat dan lebih banyak tertutup. Akibat cepatnya saluran pernafasan tertutup serta dinding alveoli yang rusak, akan menyebabkan ventilasi tidak seimbang..Tergantung dari kerusakannya dapat terjadi alveoli dengan ventilasi kurang atau tidak ada, akan tetapi perfusi baik ,sehingga penyebaran udara pernafasan maupun aliran darah ke alveoli tidak sama dan merata , atau dapat dikatakan juga tidak ada keseimbangan antara ventilasi dan perfusi di alveoli yang akhirnya menimbulkan hipoksia dan sesak nafas.
    Pada  PPOK terutama karena emfisema dapat terjadi kelainan kardiovaskuler ,jantung menjadi kecil,ini disebabkan peningkatan retrosternal air space.

DIAGNOSIS

Anamnesis : riwayat penyakit yang ditandai batuk-batuk setiap hari disertai pengeluaran dahak, sekurang-kurangnya 3 bulan berturut-turut dalam 1 tahun, dan paling sedikit selama 2 tahun.

Pemeriksaan fisik :
1.    Pasien tampak kurus dengan barrel shape chest (diameter anteroposterior dada meningkat).
2.    Fremitus taktil dada tidak ada atau berkurang.
3.    Perkusi dada hipersonor, peranjakan hati mengecil, batas paru hati lebih rendah, tukak jantung berkurang.
4.    Suara nafas berkurang dengan expirasi panjang.

Gambaran radiologi
    Foto thorax pada bronchitis kronis memperlihatkan tubular shadow berupa bayangan garis-garis yang parallel keluar dari hilus menuju apex paru dan corakan paru yang bertambah.
    Pada emfisema paru thorax menunjukan adanya overventilasi dengan gambaran diafragma yang rendah dan datar,peningkatan retrosternal air space dan bayangan penyempitan jantung yang panjang, penciutan pembuluh darah pulmonal dan penampakan ke distal.
    Pada ct-scan lebih sensitif daripada foto thorax biasa karena pada High-resolution CT (HRCT) scan memiliki sensivitas tinggi untuk menggambarkan emfisema, tapi tidak dianjurkan untuk pemeriksaan rutin.

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan pada penderita PPOK mempunyai tujuan untuk :
Memperbaiki kemampuan penderita mengatasi gejala-gejala tidak hanya pada fase akut, tapi juga pada fase kronik.
Memperbaiki kemampuan penderita dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari sesuai dengan pola kehidupannya.
Mengurangi laju perkembangan penyakit apabila dapat dideteksi lebih awal.

Dasar-dasar penatalaksanaan PPOK secara umum adalah :
Usaha-usaha pencegahan, terutama ditujukan terhadap memburuknya penyakit.
Mobilisasi dahak.
Mengatasi bronkospasme.
Memberantas infeksi.
Penanganan terhadap komplikasi.
Fisioterapi, inhalasi terapi dan rehabilitasi.

Secara garis besar penatalaksanaan PPOK dapat dibagi atas 4 kelompok, yaitu :
I.    Penatalaksanaan umum
Pendidikan terhadap penderita dan keluarganya.
Menghindari rokok dan zat-zat inhalasi lain yang bersifat iritasi.
Menghindari infeksi.
Lingkungan yang sehat.
Kebutuhan cairan yang cukup.
Imunoterapi.
II.    Penggunaan obat-obatan
Bronkodilator (untuk mengatasi obstruksi jalan nafas) : salbutamol 4x 0,25-0,5mg/hari
Ekspektoran
Antibiotik, dll

III.    Terapi respirasi. Terapi oksigen diberikan jika terdapat kegagalan pernafasan karena hiperkapnia dan berkurangnya sesitivitas terhadap CO2.
IV.    Rehabilitasi, pasien cenderung menemui kesulitan bekerja, merasa sendiri dan terisolasi, untuk itu perlu kegiatan sosialisasi agar terhindar dari depresi.
          Rehabilitasi untuk pasien PPOK adalah :
Fisioterapi
Rehabilitasi psikis
Rehabilitasi pekerjaan

BAB III
KESIMPULAN

    Untuk penatalaksanaan penderita PPOK perlu dilakukan penilaian awal yang teliti mengenai tingkat perjalanan penyakit, lamanya gejala, adanya gangguan faal obstruksi jalan nafas dan derajat obstruksi. Penatalaksanaan selalu mencakup suatu pengobatan yang terarah  dan rasional, bukan semata-mata pengobatan medika mentosa. Mengusahakan penghentian merokok harus diusahakan semaksimal mungkin dan secara terus-menerus.
    Prinsip pengobatan terdiri dari usaha pencegahan, mobilisasi dahak yang lancar, memberantas infeksi yang ada, mengatasi obstruksi jalan nafas, mengatasi hipoksemia pada keadaan dengan gangguan faal yang berat, fisioterapi dan rehabilitasi dengan tujuan memperbaiki kualitas hidup dan memperpanjang lama hidup.

DAFTAR PUSTAKA

Grainger, Allison : Diagnostic Raddiology An Anglo American Textbook of Imaging, second edition, Churchil Livingstone, page :122.
Sutton : Textbook of Radiology and Imaging, seventh edition, volume I, Churchil Livingstone, page :165-171.
Horrison : Principle of Internal Medicine, 15th edition, McGraw-Hill, page :1491-1493.
G.Simon : Diagnostik Rontgen, cetakan ke-2, Erlangga, 1981, hal :310-312.
Meschan : Analysis of Rontgen Signs in General Radiology, Volume II, page : 954,990-993.
Danu Santoso Halim,Dr.SpP : Ilmu Penyakit Paru, Jakarta 1998, hal :169-192.
Gofton, Douglas : Respiratory Disease, 3rd edition, PG Publishing Pte Ltd, 1984, page : 346-379.
Harrison : Prinsip Prinsip  Ilmu Penyakit Dalam, edisi 13, volume ketiga, Jakarta 20003, hal :1347-1353.
Lothar, Wicke, Atlas Radiologi, edisi 3, Penerbit Buku Kedokteran 1985, page :157.
Kapita Selekta Kedokteran, edisi ketiga, Media Aesculapius 1999, Jakarta, hal :480-482.

 

June 9, 2009

Pemimpin Idaman…

Filed under: diary ku..

Pernah kah ada muncul di sosok kita tentang pemimpin idaman untuk masa sekarang yang sangat amburadul dan sepertinya akan lebih parah dari jaman jahiliyah…

 

Sekarang di Indonesia lagi mau di adakan pemilu pemilihan presiden…

Ada 3 calon pasangan, tujuan mereka adalah sama untuk mensejahterahkan rakyat Indonesia..

Tapi kami rakyat bingung apakah mereka setelah memimpin akan betul2 memajukan indonesia, ataukah cuma janji2 doang, yang jelas kami sangat berharap Indonesia yang sangat kami cintai ini bisa menjadi negara maju dan di segani… Kami butuh pemimpin tauladan,, seperti ketika Nabi Muhammad SAW memimpin Islam di Jaman belia. Tapi adakah pemimpin yang seperti itu sekarang.,, Seandainya ada, maka dunia ini akan damai dan sejahtera,,

Salah satu pemimpin yang juga menjadi idola saya yaitu Khalifah Ummar r.a., Beliau sangat tegas, dan betul-betul mengayomi rakyatnya, beliau merasa sangat terhina kalau ada rakyat nya yang menderita sementara dia bersuka cita… Sangat baik untuk di tauladani, bayangkan saja, dia memakai pedang untuk meluruskan syaff jemaahnya ketika mau shalat berjamaah… Yang seperti itulah pemimpin yang sebenarnya, sangat dihormati oleh rakyatnya, rakyatnya tidak akan berani mengolok-oloknya karena merasa terayomi,,

Ya Allah,karuniakanlah kepada bangsa ini pemimpin yang betul-betul pantas untuk memimpin… amin..

 

April 1, 2009

….Hantaman Menjelang Maut….

Filed under: puisi

Nafas merangsuk mencekik leher…
Badan tenggelam dalam haus yang besar…
Lapar…
Hambar…
Menggelepar….
Dgupan jantung berdegup tak beraturan…
Badan ku dingin tak berangin…
Seperti tertusuk tombak seratus kali…
Nyeri…
Perih..
Tak terungkap…
Dan Sesosok orang berbaju hitam datang menghampiri….
Tinggi….
Besar…
Muka nya hancur terlanjur…
Mencoba menarik nyawa terakhir…
Bagaikan hantaman cambuk tak berbatas….
Bagaikan tertusuk jutaan duri tajam sangat berbekas…
Ku berteriak menembus batas…
Namun, tak ada yang mendengar suara memelas…
Ku kesepian…
Ku menyesal…
Ku terlambat…
Rintihan tangisan menyambut…
Tetesan air mata merajut…
Perjemputan terakhir dan tak bersambut…

Tuhan ampuni hambamu yang tak tahu diri ini…
Penuh dosa dan kebiadaban…
Tuhan ku tak sanggup menderita seperti itu…
Ampuni hamba Ya Tuhan…

March 27, 2009

tembakkk jaga…,

Filed under: diary ku..

kasihan temanku yang di tembak jaga tadi siang,, cuma gara-gara nda bawa alat,, eh di tembak jaga 5,, eh,,, krena saking sakit hatinya,, tuh temanku nyumpah2in si residen yang menembak supaya dia nanti sakit, mau di kempesin lah ban mobilnya, mau di hack lah rekeningnya,, fiuhhh,, ada2 saja….

 

makanya jadi residen jangan sekke2 sama koass,, kalo koass bertindak,, maka tammatlah dunia ini… maka kehancuran yang akan datang, hahaha…

March 26, 2009

wahhahah

Filed under: diary ku..

dasarrr,, seumur2 barusan gw d tmbk jaga, huaahh, hr prtma bkin kslhan, hr k 2 telat dtng,, eh, d skorsing deh, dpt tmbk jaga 2.. Tp ah, gak masalahh.. Krn yg jaganya jg g brat2 amat…

March 23, 2009

bagian kardio…

Filed under: diary ku..

hahaha,,, td msk hari pertama di kardio… pas, lagi duduk2 sambil sandar2,, eh, mata ini tiba2 sayu dan pas menoleh,,

 hahah.. dan ternyata sang Prof datang menegurku,, " klo mau tidur jangan di CVCU, bnyk keluarga pasien yang liatko…"

duwhhhhhhh,, maluuuu bngeddd… 

March 19, 2009

gitar baruuu n Hp baruu..

Filed under: diary ku..

wahhH.. sNengG banggetttttdddd,,, minggu ini bru abisss beli gitar ma hp baruuuuu,,,,,,,,,, 2 hal yg ku tunggu2 slama ini,,, hahaha… krna uang ku daahhh cukup tuk beli gitar listrik,,  wahhh, pas ngemaininnya kyk serasa konser tunggall,,, hahahahaha

March 12, 2009

Tak ada yang abadi…

Filed under: diary ku..

Lagu Peterpan menyadarkan ku akan satu hal, bahwa kita akan musnah, tak berbekas, dunia ini sementara,,

Lagu ini membuat gw merinding,,,

 dan untuk seseorang yang eprnah melekat di hatiku…

smoga engkau bahagia skarang,,

karena kita tak kan abadi untuk bersama…

March 11, 2009

Technorati Profile

Filed under: diary ku..

naek speda2 sore-sore..

Filed under: diary ku..

wah,, liburan tlah tiba, nikmati aja dulu sbelum masuk kardio… huahaha… tadi sore,, wah naek speda-speda ternyata asyik yahh… :) mana bisa nikmatiudara sore-sore…. , bisa liat-liat manusia-manusia yang lain… maslahna slama ini jd anak rumah2 bela, jarang bgt ka keluar rumah,,, soo bs nikmati indahnya sore tadi…

 oh iya, td juga tuhh mati lampu, mana lama skali lagi mati lampunya, dari jam 4 ampe jam stngah 8 malam,, fiuhh, g tau mau ngelakuin apa, yahh terpaksa ambil speda dan berkeliling tallasalapang,, hahaha……






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer